Oleh : Mirodiyatun Resi Nuridayati Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti moral, etika, dan budi pekerti agar peserta didik mampu memahami, merasakan, serta mempraktikkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utamanya adalah membentuk pribadi yang terus menyempurnakan diri serta memiliki kemampuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Dalam implementasinya, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan keteladanan dari pendidik, pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari, serta sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keteladanan guru dalam bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab menjadi contoh nyata bagi peserta didik. Sementara itu, pembiasaan seperti budaya saling menghormati, kerja sama, dan kepedulian sosial akan memperkuat karakter positif secara berkelanjutan. Di Aceh, pendidikan karakter memiliki landasan yang sangat kuat melalui kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai-nilai seperti adat bak poe teumeureuhom, hukom bak syiah kuala mencerminkan pentingnya keseimbangan antara adat dan syariat dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, budaya meuseuraya (gotong royong) mengajarkan kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial, yang sangat relevan dalam membentuk karakter peserta didik. Tradisi peusijuek (tepung tawar) juga mengandung makna doa, harapan, dan penghormatan, yang dapat ditanamkan sebagai nilai spiritual dan rasa syukur. Begitu pula dengan sikap tameh (ramah dan santun) serta penghormatan kepada orang yang lebih tua yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh, dapat menjadi contoh nyata dalam pembentukan etika dan sopan santun. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Aceh ke dalam pendidikan karakter, peserta didik tidak hanya menjadi pribadi yang berakhlak mulia, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan budaya sekaligus membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Seluruh Jajaran Dinas Pertanahan Kota Lhokseumawe menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Lhokseumawe.(KA) Sekretaris Dinas Pertanahan Kota Lhokseumawe -----------------
Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Aceh
.png)